Cara Menyiapkan File Desain agar Hasil Cetak Tidak Terpotong

Ditulis oleh Gereggi SeptinoDipublikasikan 5 menit bacaKategori Desain
Cara Menyiapkan File Desain Agar Hasil Cetak Tidak Terpotong

Hampir semua orang yang memesan cetak untuk pertama kali mengalami hal yang sama: desainnya terlihat sempurna di layar, tetapi hasil cetaknya terpotong. Nama yang terlalu mepet ke tepi hilang separuh, garis pinggir jadi tidak rata, atau warnanya berubah dari yang dilihat di monitor. Semua itu bisa dicegah sebelum berkas dikirim, dan langkah-langkahnya tidak rumit.

Kenapa Hasil Cetak Bisa Terpotong

Mesin cetak tidak mencetak persis di ukuran akhir. Ia mencetak di lembar yang lebih besar, lalu memotongnya. Pemotongan itu punya toleransi, biasanya satu sampai tiga milimeter ke kiri atau ke kanan, karena kertas bisa bergeser sedikit saat ditumpuk dan dipotong bersama-sama.

Iklan

Artinya, apa pun yang berada tepat di garis potong berada dalam wilayah tidak pasti. Bisa terpotong, bisa menyisakan garis putih tipis. Dua hal berikut ada justru untuk mengatasi ketidakpastian itu.

Bleed: Lebihkan Latar Belakang Melewati Garis Potong

Bleed adalah kelebihan gambar atau warna latar yang sengaja dibuat melewati ukuran akhir. Ukuran yang lazim adalah 3 milimeter di setiap sisi, dan untuk cetakan besar seperti banner bisa lebih.

Contohnya begini. Kartu nama berukuran akhir 9 kali 5,5 sentimeter sebaiknya dibuat pada kanvas 9,6 kali 6,1 sentimeter, dengan warna latar diteruskan sampai ke tepi kanvas itu. Setelah dipotong di ukuran akhir, warnanya tetap penuh sampai pinggir meskipun pisau meleset satu milimeter. Tanpa bleed, meleset satu milimeter berarti muncul garis putih di sisi kartu.

Margin Aman: Jangan Taruh Apa Pun Terlalu Dekat Tepi

Kebalikannya dari bleed. Semua yang penting, seperti tulisan, logo, dan nomor telepon, sebaiknya berjarak minimal 3 sampai 5 milimeter dari garis potong. Untuk cetakan yang dijilid, sisi jilidannya butuh jarak lebih besar lagi karena sebagian kertas masuk ke dalam lipatan.

Iklan

Aturan praktis yang jarang meleset: kalau sebuah elemen terlihat pas sekali di tepi saat dilihat di layar, itu terlalu mepet.

Resolusi: Ukuran Piksel Menentukan Ketajaman

Gambar untuk layar dan gambar untuk cetak punya kebutuhan yang berbeda. Layar hanya butuh 72 sampai 96 piksel per inci, sedangkan cetak umumnya butuh 300 piksel per inci untuk hasil yang tajam dari jarak baca.

Akibatnya sederhana: gambar yang terlihat tajam di layar bisa saja pecah saat dicetak, karena jumlah pikselnya memang tidak cukup. Memperbesar gambar kecil di aplikasi desain tidak menambah detail, hanya membesarkan piksel yang sudah ada. Hubungan antara piksel, resolusi, dan ketajaman gambar dijelaskan lebih dalam di ulasan pixel, resolusi, dan intensitas.

Untuk cetakan besar yang dilihat dari jauh seperti banner, aturannya lebih longgar. Banner yang dibaca dari tiga meter cukup dengan 100 sampai 150 piksel per inci, dan memaksakan 300 hanya menghasilkan berkas raksasa tanpa perbedaan yang terlihat.

Iklan

Warna: CMYK, Bukan RGB

Monitor menampilkan warna dengan cahaya, mesin cetak dengan tinta. Karena itu ada warna yang bisa muncul di layar tetapi tidak bisa dicetak, terutama warna neon dan biru-hijau yang sangat terang.

Ubah dokumen ke mode CMYK sejak awal, bukan setelah desainnya jadi. Mengubahnya di akhir sering membuat warna bergeser secara tiba-tiba, dan itu justru terlihat seperti kesalahan percetakan padahal bukan. Kalau warnanya harus sangat presisi, misalnya warna logo perusahaan, mintalah cetak contoh dulu sebelum mencetak dalam jumlah besar.

Sebelum Mengirim Berkas, Periksa Enam Hal Ini

  • Ukurannya benar-benar ukuran akhir. Jangan mengandalkan penskalaan di percetakan. Ukuran standar untuk beberapa produk sudah ada acuannya, misalnya di ulasan ukuran kartu nama standar.
  • Bleed sudah ditambahkan dan warna latar benar-benar diteruskan sampai tepi kanvas, bukan berhenti di garis potong.
  • Huruf sudah diubah jadi kurva. Bila tidak, font yang tidak dimiliki percetakan akan diganti otomatis dan tata letaknya berantakan.
  • Gambar tertanam, bukan sekadar ditautkan. Berkas desain yang menaut gambar dari folder Anda akan kehilangan gambarnya begitu dibuka di komputer lain.
  • Format berkas PDF. Paling aman karena tata letaknya terkunci. Kirim juga berkas aslinya bila diminta.
  • Bahannya sudah ditentukan. Desain yang bagus di kertas tebal bisa terlihat berbeda di bahan lain, misalnya pada kertas stiker yang permukaannya menyerap tinta secara berbeda.

FAQ

Berapa ukuran bleed yang benar?

Tiga milimeter di setiap sisi adalah angka yang paling umum untuk cetakan kecil dan sedang. Untuk banner dan cetakan besar, percetakan biasanya meminta lebih, kadang sampai satu sentimeter. Cara paling aman adalah menanyakannya lebih dulu, karena tiap percetakan bisa berbeda.

Kenapa warna hasil cetak tidak sama dengan di layar?

Karena layar memancarkan cahaya sedangkan cetakan memantulkannya, dan karena tiap monitor punya kalibrasi berbeda. Selisih kecil hampir selalu ada dan itu wajar. Selisih besar biasanya karena berkas masih dalam mode RGB saat dikirim.

Iklan

Apakah file dari ponsel bisa dipakai untuk mencetak?

Bisa, selama ukuran pikselnya cukup untuk ukuran cetak yang diinginkan. Foto 12 megapiksel lebih dari cukup untuk cetakan seukuran A4. Yang perlu dihindari adalah gambar yang sudah diperkecil oleh aplikasi pesan, karena ukurannya sering turun drastis tanpa terlihat di layar ponsel.

Kesimpulan

Empat hal yang mencegah sebagian besar masalah cetak: tambahkan bleed, jauhkan tulisan dari tepi, siapkan gambar dengan resolusi yang cukup, dan kerjakan dalam mode CMYK sejak awal. Lima menit memeriksa ini sebelum mengirim berkas jauh lebih murah daripada mencetak ulang satu boks kartu nama yang namanya terpotong.

Gereggi Septino

Hi! Perkenalkan saya Gereggi, berprofesi sebagai SEO Specialist dan penulis untuk berbagai website dan salah satunya website Makin Tahu. Saya telah mengerjakan banyak artikel menarik dari berbagai kategori pembahasan. Semoga artikel di website ini mampu memberikan manfaat bagi Anda. Jangan lupa untuk selalu support website ini dengan share artikel dan memberikan sumber link aktif!