Ukuran Kartu Nama Standar Indonesia Dan Dunia

Ditulis oleh Gereggi SeptinoDipublikasikan Diperbarui 6 menit bacaKategori Percetakan
Ukuran Kartu Nama Standar Yang Perlu Diketahui MakinTahu.com

Apakah Anda sedang membuat desain kartu nama? Berapa ukuran kartu nama standar di Indonesia? Pertanyaan tersebut sering di jumpai baik itu pertanyaan yang diajukan oleh pemesan kartu nama atau bahkan oleh para desain grafis sendiri.

Bagi seorang yang membuka cetak kartu nama atau Anda yang ingin memiliki kartu nama, tentu wajib mengetahui berbagai ukuran yang digunakan. Standar ukuran kartu nama berbeda-beda di tiap negara.

Iklan

Ukuran Kartu Nama Indonesia

Ada dua ukuran yang paling sering digunakan untuk pembuatan kartu nama di Indonesia, yakni ukuran 90 mm x 55 mm atau ukuran kartu nama cm menjadi 9 cm x 5,5 cm. Ukuran ini adalah ukuran standar kartu nama Indonesia.

Sedangkan ukuran lain yang juga sering digunakan yakni 80 mm x 53 mm. Maka besaran ukuran kartu Pixel yang sesuai 300 dpi adalah 1063 x 650 pixels.

Kartu nama atau tanda pengenal ini bukan hal yang baru di dunia bisnis. Sebuah kartu berisikan identitas si pemilik mulai dari nama, kontak, dan serta bisnis inilah yang membuat mereka, para pebisnis, lebih mudah berbisnis dengan relasinya.

Biasanya kartu nama dipakai oleh manajer, direktur, orang penting dalam perusahaan, dan juga sales marketing. Sama halnya dengan ID Card, kartu nama juga memiliki besaran tertentu.

Iklan

Ukuran Kartu Nama di Word

Bila Anda ingin membuat kartu nama sendiri dapat menggunakan Ms. Words. Untuk ukuran kartu nama di Word, yaitu dengan menggunakan Shapes > Text Box dengan ukuran 2 x 3,5 Inchi.

Ukuran Kartu Nama di Photoshop dan Corel Draw

Untuk mengatur ukuran kartu nama di Photoshop atau Corel Draw maka di awal Anda dapat mengatur ukuran langsung menjadi Centimeter. Ukurannya yaitu Width 9 cm, Height 5,5 cm, Resolution 300 pixel/inch dan Color Mode CMYK Color.

Standar Ukuran Kartu Nama di Berbagai Negara di Dunia

Berikut ukuran kartu nama untuk berbagai negara Internasional. Standar Internasional ISO nya, ukuran untuk pembuatan kartu nama adalah 74 mm x 52 mm.

Sedangkan di Indonesia sendiri 90 mm x 55 mm. Sedikit ada perbedaan untuk panjang dan lebarnya bukan? Lain di Indonesia, lain pula di negara lain. Berikut ini beberapa standar ukuran business card (tautan eksternal) di beberapa negara;

Iklan
  1. Credit Card dengan ISO 7810 ID1 = 85.60 mm x 53.98 mm
  2. Kartu nama di Inggris(United Kingdom), Perancis, Spanyol dan Italia = 85 mm x 51 mm
  3. Kartu nama di Kanada, Belandadan Amerika = 89 mm x 51 mm
  4. Kartu nama di  Cekodan juga Hungaria = 90 mm x 50 mm
  5. Kartu nama di Cina= 90 mm x 54 mm
  6. Kartu nama di New Zealanddan Australia = 90 mm x 55 mm
  7. Kartu nama di Jepang= 91 mm x 55 mm

Pada intinya ukuran standar kartu nama tidak mengikat. Hal ini diketahui dari perbedaan ukuran di tiap negara diatas. Memang bedanya hanya sedikit kisaran 10 mm saja, meski begitu sebagai seorang desain grafis, kita harus memperhatikan segala sesuatunya dengan detail, meski hanya 1 mm.

Variasi setiap negara pasti memiliki maksud dan tujuannya tersendiri, mungkin karena budaya atau karena ukuran tempat penyimpanan kartu nama di dompet. Berikutnya, isi kartu nama dan referensi font kartu nama.

Kartu nama sangat penting untuk menunjang hubungan bisnis dengan relasi atau dalam mengenalkan perusahaan, maka disarankan bagi pebisnis memilikinya. Sebenarnya membuat kartu nama sendiri bukan hal yang sulit asalkan memiliki komputer dan printer sendiri.

Apalagi saat ini banyak software yang memiliki template kartu nama. Jadi tinggal kita mengganti beberapa bagian saja dan desain sudah siap. Cek juga standar ukuran brosur yang sering digunakan.

Iklan

Bahan dan Ketebalan Kertas Kartu Nama

Ukuran menentukan bentuknya, bahan menentukan kesannya saat dipegang. Kartu nama yang terlalu tipis akan tertekuk di dalam dompet dalam hitungan hari, dan itu terlihat oleh orang yang menerimanya.

Gramatur yang lazim dipakai 250 sampai 310 gram. Di bawah 200 gram terasa seperti kertas biasa, sedangkan di atas 350 gram mulai sulit dipotong rapi dan harganya naik tanpa manfaat yang sepadan.

Bahan yang paling sering ditawarkan percetakan:

  • Art carton. Paling umum dan paling terjangkau. Permukaannya halus dan warna cetakannya keluar tajam.
  • Ivory. Satu sisi mengilap, sisi lainnya lebih kasar. Cocok bila bagian belakang kartu akan ditulisi.
  • Kertas bertekstur seperti linen atau concord. Terasa lebih berkelas saat dipegang, tetapi cetakan berwarna penuh kurang tajam di atasnya.

Pilihan bahan lain beserta karakternya masing-masing bisa dilihat di ulasan jenis kertas yang digunakan di percetakan.

Iklan

Sisakan Bleed dan Margin Aman

Ini penyebab paling sering kartu nama harus dicetak ulang. Mesin cetak memotong dalam tumpukan, dan pisaunya punya toleransi satu sampai dua milimeter.

Bleed berarti warna latar dilebihkan sekitar 3 milimeter melewati garis potong. Untuk kartu berukuran 90 x 55 mm, kanvas desainnya dibuat 96 x 61 mm dengan warna latar diteruskan sampai ke tepi kanvas. Tanpa bleed, pisau yang meleset satu milimeter akan menyisakan garis putih tipis di sisi kartu.

Margin aman adalah kebalikannya. Semua yang penting, mulai dari nama, jabatan, sampai nomor telepon, sebaiknya berjarak minimal 3 sampai 5 milimeter dari garis potong. Tulisan yang terlihat pas di tepi saat dilihat di layar hampir selalu terlalu mepet begitu dipotong.

Kanvas cetak kartu nama 96 x 61 mm dengan garis potong 90 x 55 mm dan bleed 3 mm
Kanvas dibuat 96 x 61 mm supaya warna latar tetap penuh setelah dipotong di 90 x 55 mm.

Finishing: Laminasi Doff atau Glossy

Setelah dicetak, kartu nama umumnya dilapisi agar tidak mudah kotor dan tidak cepat lecek di dalam dompet.

Iklan

Laminasi glossy membuat warna terlihat lebih pekat dan mengilap, tetapi memantulkan cahaya dan mudah meninggalkan bekas sidik jari. Laminasi doff lebih kalem, tidak memantul, dan terasa lebih halus di tangan.

Kartu berlaminasi glossy tidak bisa ditulisi pulpen biasa. Kalau bagian belakang kartu akan dipakai menulis catatan atau nomor tambahan, pilih doff, atau minta satu sisi dibiarkan tanpa laminasi. Perbandingan keduanya dibahas di ulasan perbedaan laminasi doff dan glossy.

Mendatar atau Tegak

Ukurannya sama, yang berbeda hanya arah pemakaiannya. Bentuk mendatar paling umum dan paling mudah dibaca saat kartu diserahkan. Bentuk tegak terlihat lebih berbeda dari kebanyakan, tetapi ruang untuk nama dan jabatan jadi lebih sempit.

Kalau kartu akan disimpan di tempat kartu nama atau dompet kartu, bentuk mendatar lebih aman karena hampir semua wadahnya dirancang untuk arah itu.

Kesimpulan

Untuk Indonesia, pakai 90 x 55 milimeter, dan ukuran itu sudah menutup hampir semua keperluan. Setelah ukurannya pasti, yang perlu ditentukan tinggal tiga hal: bahan pada kisaran 250 sampai 310 gram, bleed 3 milimeter di setiap sisi, dan jenis laminasi sesuai apakah bagian belakang kartu akan ditulisi. Untuk penerima di luar negeri, periksa dulu standar negaranya, karena selisih beberapa milimeter membuat kartu tidak muat di dompet kartu mereka.

Sekian pembahasan dari Makin Tahu mengenai ukuran kartu nama standar sebelum mulai mencetak kartu nama. Cek informasi produk percetakan lainnya hanya di Makin Tahu.

Gereggi Septino

Hi! Perkenalkan saya Gereggi, berprofesi sebagai SEO Specialist dan penulis untuk berbagai website dan salah satunya website Makin Tahu. Saya telah mengerjakan banyak artikel menarik dari berbagai kategori pembahasan. Semoga artikel di website ini mampu memberikan manfaat bagi Anda. Jangan lupa untuk selalu support website ini dengan share artikel dan memberikan sumber link aktif!