Ada barang yang hanya dijual di kota tertentu, hanya ada di gerai luar negeri, atau kebetulan sedang diskon di tempat yang jauh. Dari kebutuhan itulah jasa titip tumbuh. Modalnya kecil, caranya sederhana, dan bisa dijalankan sambil bepergian. Tetapi ada beberapa hal yang sebaiknya dipahami sebelum menerima pesanan pertama.
Apa Itu Jastip
Jastip adalah singkatan dari jasa titip. Anda menjadi perantara antara pembeli dan penjual: pembeli menitipkan pesanan, Anda yang membelikan, lalu barangnya dikirim atau diserahkan.
Keuntungannya diambil dari selisih harga beli dengan harga yang dibayar pembeli, ditambah ongkos jasa. Layanan ini paling masuk akal saat Anda berada di lokasi yang sulit dijangkau pembeli, misalnya sedang di luar kota atau luar negeri.
Promosinya hampir selalu lewat media sosial, dan di situlah sebagian besar pesanan datang. Karena itu cara menulis keterangan unggahan ikut menentukan berapa banyak orang yang bertanya. Beberapa dasar penulisannya dibahas di ulasan caption di WhatsApp, Instagram, dan Facebook.
Cara Kerja Jastip dari Awal sampai Barang Diterima
Sistemnya pre order. Anda tidak menyetok apa pun, dan baru membeli setelah ada pesanan yang dibayar.
- Umumkan lokasi Anda. Sebutkan kota atau negara tempat Anda berada beserta tanggal Anda masih di sana. Menyertakan foto rak atau daftar barang yang tersedia membuat orang lebih cepat memesan.
- Terima pesanan dengan rinci. Catat merek, ukuran, warna, dan varian. Kesalahan di tahap ini yang paling sering berujung barang tidak terpakai dan uang kembali dari kantong Anda sendiri.
- Minta pembayaran di muka. Bisa uang muka atau pelunasan. Inilah yang membuat jastip nyaris tanpa modal.
- Belanja dan simpan buktinya. Foto struk dan barangnya sebelum dibungkus. Bukti ini yang menyelamatkan Anda kalau ada perselisihan.
- Kirim barangnya. Ongkos kirim umumnya ditanggung pembeli. Pilihan jasa pengiriman dan perbandingannya ada di ulasan rekomendasi jasa ekspedisi terbaik di Indonesia.
Berapa Fee yang Wajar
Yang lazim di pasaran 10 sampai 15 persen dari harga beli, di luar ongkos kirim. Angka ini bukan aturan baku, dan wajar naik kalau barangnya sulit didapat, berat, mudah pecah, atau menghabiskan waktu antre.
Yang sering terlupa saat menghitung: ongkos transportasi Anda ke lokasi, biaya bagasi tambahan kalau dari luar negeri, dan bea masuk untuk barang tertentu. Fee 10 persen dari barang seharga dua ratus ribu tidak menutup ongkos taksi ke tokonya.
Keuntungan Menjalankan Jastip
Modalnya kecil. Karena pembayaran diterima lebih dulu, Anda tidak perlu menalangi pembelian. Ini yang membedakannya dari berjualan dengan stok, dan alasan jastip sering jadi pilihan pertama orang yang ingin mulai berdagang. Pilihan lain dengan modal kecil dibahas di ulasan memulai bisnis tanpa modal besar.
Risiko barang tidak laku hampir tidak ada. Semua yang dibeli sudah ada pemesannya. Berbeda dengan usaha yang harus menyetok lebih dulu, seperti yang dibahas di ulasan bisnis ritel online.
Waktunya luwes. Anda bekerja hanya saat ada pesanan, dan bisa menyesuaikannya dengan jadwal perjalanan sendiri.
Bisa dijalankan sambil pekerjaan lain. Untuk sebagian orang jastip jadi penghasilan tambahan, bukan penghasilan utama. Pilihan sejenis ada di ulasan usaha rumahan yang tidak ada matinya.
Risiko yang Jarang Disebut
Bagian ini yang biasanya tidak muncul di cerita orang yang sudah berhasil, padahal justru ini yang membuat banyak orang berhenti di bulan ketiga.
Salah beli ditanggung Anda. Varian yang keliru, ukuran yang tidak pas, atau warna yang berbeda dari bayangan pembeli sering berakhir dengan barang yang tidak diambil.
Pembeli membatalkan setelah barang dibeli. Ini alasan utama kenapa uang muka bukan pilihan, melainkan keharusan.
Barang rusak di perjalanan. Kosmetik, barang kaca, dan makanan paling rawan. Asuransi pengiriman untuk barang bernilai tinggi biayanya kecil dibanding risikonya.
Bea masuk dan batas nilai barang. Untuk jastip dari luar negeri, ada ketentuan kepabeanan dengan batas nilai tertentu. Pastikan dulu aturan yang berlaku sebelum menerima pesanan bernilai besar, karena tagihan bea masuk yang tidak diperhitungkan bisa menghabiskan seluruh keuntungan.
Kepercayaan dibangun lama dan hilang cepat. Satu pesanan yang meleset dan diceritakan ulang di media sosial berpengaruh lebih besar daripada sepuluh pesanan yang lancar.
FAQ
Apa itu jastip?
Jasa titip beli. Anda membelikan barang yang dipesan orang lain, biasanya karena barangnya hanya tersedia di lokasi tempat Anda berada, lalu mengambil keuntungan dari selisih harga dan ongkos jasa.
Berapa fee jastip yang umum?
Sekitar 10 sampai 15 persen dari harga beli, di luar ongkos kirim. Besarnya menyesuaikan tingkat kesulitan, berat barang, dan waktu yang dihabiskan.
Apakah jastip perlu modal?
Hampir tidak, selama pembayaran diterima di muka. Yang tetap perlu disiapkan adalah dana talangan kecil untuk keadaan tidak terduga, misalnya pembeli yang membatalkan setelah barang telanjur dibeli.
Bagaimana menghindari pesanan yang salah?
Minta pembeli mengirim tangkapan layar barangnya, bukan hanya nama produk. Konfirmasi ulang varian dan ukuran sebelum membayar di kasir, dan kirim foto barangnya sebelum dibungkus.
Kesimpulan
Jastip menarik karena modalnya kecil dan risikonya kecil, tetapi keduanya hanya berlaku selama satu syarat dipenuhi: pembayaran diterima sebelum barang dibeli. Begitu Anda mulai menalangi pesanan, jastip berubah jadi berjualan dengan stok tanpa keuntungan berjualan dengan stok. Mulailah dari lingkaran orang yang sudah mengenal Anda, catat setiap pesanan dengan rinci, dan naikkan fee saat barangnya memang sulit didapat.
