Salah satu hal penting bagi para pemilik bisnis fotocopy adalah menentukan harga fotocopy satuan atau perlembar nya supaya bisa menguntungkan.
Selain itu harga juga penting agar bisnis fotocopy dapat bersaing dengan kompetitor. Jasa fotocopy sudah semakin menjamur dan pastinya konsumen akan mencari fotocopy yang menawarkan harga terbaik.
Berikut ini tips cara menghitung harga fotocopy perlembar untuk mendapatkan keuntungan tanpa membuat bisnis sepi pelanggan.
Cara Menentukan Harga Fotocopy
Menetapkan harga yang tinggi mungkin bisa membuat bisnis Anda cepat mendapatkan balik modal. Namun ingat untuk menentukan harga dengan tepat dan rinci agar konsumen Anda tidak kabur ke jasa fotocopy lain.
Anda perlu menghitung harga berdasarkan biaya atau harga peralatan fotocopy terkini. Apa saja peralatan dan biaya yang dibutuhkan dalam bisnis fotocopy?
- Kertas Fotocopy (Kertas A4/F4)
- Listrik Per Bulan (Daya 900VA atau 1300VA)
- Toner (Termasuk Toner Support, Arrow, dan Lainnya)
- Maintenance (Penggantian Sparepart Cartridge, Unit Drum, dan Lainnya)
- Biaya Sewa Tempat (Bagi yang Masih Menyewa)
Biaya-biaya di atas yang perlu dihitung ketika Anda ingin menentukan harga pokok produksi (HPP) jasa fotocopy. Jika Anda bingung menentukan harga fotocopy perlembar, bisa pakai rumus berikut.
HPP = harga kertas per lembar + harga toner (tinta) per lembar) + harga listrik + harga perawatan + harga sewa
Sebagai gambaran, Anda bisa lihat contoh referensi perhitungan kasar berikut untuk menentukan HPP fotocopy dengan tepat.
Contoh:
Jasa fotocopy setiap harinya menghabiskan 500 lembar kertas atau 15.000 lembar kertas per bulan. Sedangkan biaya usaha fotocopy per bulannya seperti berikut:
– Kertas HVS
Harga kertas HVS ukuran A4 Rp 50.000/rim (500 lembar), maka harga per lembar = 50.000/500 yaitu Rp 100
Harga kertas HVS ukuran F4 Rp 49.000/rim, maka harga per lembar = 49.000/500 = Rp 98
Jadi biaya rata-rata untuk kertas HVS adalah Rp 99 per lembar
- Toner (tinta) Rp 200.000 dengan kapasitas cetak 20.000 lembar, maka biaya toner = 200.000/20.000 = Rp 10
- Listrik Rp 400.000 per bulan, maka biaya listrik untuk fotocopy per lembar = 400.000/15.000 = Rp 27
- Maintenance Rp 200.000 per bulan, maka biaya maintenance = 200.000/15.000 = Rp 14
- Sewa toko Rp 8.000.000 per tahun atau Rp 22.000 per hari, maka untuk per lembar fotocopy = 22.000/500 = Rp 44
Dari perhitungan di atas, maka harga fotocopy untuk perlembar nya adalah sebagai berikut:
- HPP fotocopy = 99 + 10 + 27 + 14 + 44 = Rp 194 per lembar
Untuk mendapatkan keuntungan, Anda harus menetapkan harganya di atas Rp 194, misalnya Rp 300 per lembar.
Menghitung harga fotocopy 1 lembar bisa juga ditambahkan dengan biaya karyawan jika Anda menggunakan jasa karyawan tambahan dalam menjalankan bisnis ini.
Mengapa Harga Fotocopy Berbeda-Beda?
Biaya-biaya yang dikeluarkan untuk menjalankan usaha fotokopi yang menentukan harga fotocopy A4 per lembar.
Oleh sebab itu, harga per-lembarnya akan berbeda tiap tahunnya jika memang biaya bahan dan peralatan-nya naik.
Secara umum harga yang bervariasi ini disebabkan oleh beberapa faktor berikut;
Jenis Kertas Yang Digunakan
Kertas HVS A4/FA merupakan jenis kertas yang paling banyak dipakai oleh toko fotocopy.
Harga kertas HVS menjadi salah satu faktor yang diperhitungkan dalam menentukan harga jasa fotocopy.
Selain HVS, tentu ada berbagai jenis kertas lain yang bisa digunakan untuk fotocopy dengan ukuran, warna, dan ketebalan kertas yang berbeda-beda.
Biasanya semakin besar dan tebal kualitas kertas yang digunakan, maka harga fotocopy semakin mahal per lembarnya.
Jika fotocopy menggunakan kertas berwarna, maka harganya juga lebih mahal dibanding fotocopy dengan kertas HVS putih.
Kualitas Toner (Tinta)
Faktor lain yang menentukan harga ini adalah kualitas tinta yang digunakan.
Semakin bagus tinta atau toner yang dipakai, maka harganya semakin mahal dan ini mempengaruhi harga per lembar fotocopy.
Bukan hanya kualitasnya, tetapi kuantitas dari tinta yang dibutuhkan untuk fotocopy dokumen juga mempengaruhi.
Harga fotocopy per lembar bolak balik bisa lebih mahal karena menggunakan lebih banyak tinta.
Jenis Mesin Fotocopy
Mesin fotocopy termasuk salah satu biaya pokok dalam bisnis fotocopy. Jadi, biaya yang dikeluarkan untuk peralatan penting ini turut mempengaruhi harga fotocopy dokumen per lembarnya.
Ada banyak model mesin fotocopy dengan fitur bagus dan lengkap, harganya bervariasi sekitar Rp 10 juta bahkan hingga ratusan juta Rupiah.
Semakin bagus mesin yang digunakan, semakin bagus pula kualitas fotocopy-nya. Jadi wajar jika harga untuk fotocopy tersebut bisa lebih mahal.
Biaya Operasional
Biaya operasional meliputi biaya listrik, maintenance (perawatan) peralatan, sewa tempat, hingga gaji karyawan. Biaya operasional bisnis fotocopy harus dihitung dengan cermat agar bisa menentukan harga yang tepat dan menguntungkan.
Lokasi Bisnis
Lokasi yang ramai biasanya mempengaruhi harga untuk jasa fotocopy menjadi sedikit lebih mahal.
Misalnya saja harga fotocopy buku paket di area yang dekat sekolah dan kampus lebih mahal dibanding fotocopy di area perumahan atau yang kurang strategis.
Hal ini karena layanan fotocopy yang terbatas sedangkan jumlah pelanggan yang datang cukup banyak. Cek juga sejarah mesin fotocopy yang perlu Anda ketahui.
Jasa fotocopy tentu hanya bisa melayani saat jam-jam operasional saja, meskipun fotocopy besar ada yang bisa buka 24 jam.
Kesimpulan
Jadi dari hasil perhitungan diatas harga fotocopy terbaru untuk perlembar-nya bisa dihitung sekitar Rp 300 dan mungkin akan meningkat setiap tahunnya. Namun harga ini bisa disesuaikan dengan biaya dan operasional bisnis fotocopy Anda masing-masing.
