Bila Anda sedang ingin berkunjung ke spot wisata yang Instagramable coba ke Pelabuhan Sunda Kelapa. Untuk lokasinya sendiri, “Dermaga Pelabuhan Sunda Kelapa” berada di alamat Jalan Matrim Raya, RT.11/RW.8, Kota Tua, Ancol, Pademangan, Kota Jakarta Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14430 (Data Google Maps).
Lokasi fotografi kekinian ini terus memikat karena suasana serta pemandangannya yang keren dan unik. Disini Anda dapat mengabadikan momen dengan latar belakang kapal-kapal kayu, kontainer yang berwarna-warni, hingga momen saat berada diatas kapal.
Bisa dibilang tempat ini juga cocok untuk foto Prewedding. Dermaga ini masih beroperasi hingga sekarang sejak abad ke 5 (Kerajaan Tarumanegara).

Tempat bersejarah ini memang patut untuk dilestarikan agar dapat terus menjadi salah satu pelabuhan di DKI Jakarta yang mampu menarik banyak wisatawan. Hal ini dikarenakan Pelabuhan Sunda Kelapa merupakan cikal bakal lahirnya kota Jakarta pada 22 Juni 1527.

Sejarah Pelabuhan Sunda Kelapa
Dikarenakan pelabuhan tertua di Indonesia, maka tempat ini dahulu sempat berganti nama beberapa kali. Diawali dengan nama Sundapura sejak zaman Tarumanagara.
Kemudian di abad ke 12 pada masa kerajaan Sunda disebut sebagai dermaga Kalapa (Sunda Kelapa). Masa ini di masukan ke dalam masa Hindu-Buddha.
Pada masa masuknya Islam dan bangsa Eropa, Kalapa kemudian diperebutkan oleh kerajaan-kerajan sekitar dan Eropa. Perebutan kembali Sunda Kelapa dari Portugis pada 22 Juni 1527 yang dipimpin oleh Fatahillah (Faletehan) berhasil dilakukan.
Kemudian nama Sunda Kelapa diganti menjadi Jayakarta yang memiliki arti kemenangan. Namun pada akhir abad 16 Belanda berhasil menduduki Jayakarta dan merubah namanya menjadi Batavia.

Pada tahun 1945 Batavia diubah namanya menjadi Jakarta momen pergantian nama itu terjadi setelah tentara Dai Nippon pergi.
Pada masa orde baru nama dahulunya yaitu Sunda Kelapa kembali digunakan sebagai nama pelabuhan. Hal ini berdasarkan pada keputusan Gubernur DKI Jakarta No.D.IV a.4/3/74 (6 Maret 1974).
Setelah membaca sejarah singkat Dermaga Sunda Kelapa di atas ternyata area foto yang Instagramable tersebut kaya akan momen bersejarah terkait kota Jakarta.
Dermaga Sunda Kelapa
Bila Anda berkunjung ke Pelabuhan Sunda Kelapa sebaiknya datang saat pagi dan sore hari. Hal ini karena area dermaga merupakan tempat terbuka dan akan sangat terik dan panas bila di siang hari.
Tim Makin Tahu waktu itu berkunjung di bulan Juni 2018 pada pagi menuju siang hari. Saat itu cuaca cerah tidak terlalu berawan. Keadaan saat itu tidak terlalu ramai, namun sudah ada beberapa pengunjung yang sedang berfoto.

Spot foto terbaik di area ini adalah berdiri di depan kapal atau foto dengan latar belakang kontainer. Area wisata lainnya di sekitar Dermaga Sunda Kelapa ada Kota Tua (tautan eksternal), Museum Bahari, Jembatan Kota Intan, Museum Bank Indonesia, Museum Wayang, Taman Impian Jaya Ancol, Museum Fatahillah dan lainnya. Sekian informasi dari Makin Tahu mengenai Pelabuhan Sunda Kelapa yang menjadi Spot Wisata yang Instagramable.
Tips Berkunjung dan Memotret di Sunda Kelapa
Berbeda dengan tempat wisata pada umumnya, Sunda Kelapa adalah pelabuhan yang masih bekerja setiap hari. Ada beberapa hal yang sebaiknya disiapkan sebelum datang.
Datang Pagi atau Menjelang Sore
Area dermaga hampir seluruhnya terbuka tanpa peneduh. Selain lebih sejuk, cahaya di dua waktu itu jauh lebih bersahabat untuk foto: bayangannya lembut dan warna kapal kayu terlihat lebih hangat. Siang hari selain panas juga menghasilkan bayangan keras yang sulit diperbaiki saat mengedit.
Minta Izin Sebelum Naik ke Kapal
Kapal-kapal di dermaga ini milik orang, bukan properti wisata. Awak kapal umumnya ramah dan mengizinkan bila diminta baik-baik, tetapi naik tanpa permisi jelas bukan hal yang pantas. Sebagian awak juga meminta imbalan seikhlasnya, dan itu wajar.
Pakai Alas Kaki Tertutup
Permukaan dermaga berupa beton kasar yang bercampur pasir, sisa muatan, dan kadang genangan. Sandal jepit bukan pilihan yang nyaman, apalagi bila berencana berjalan menyusuri deretan kapal.
Perhatikan Aktivitas Bongkar Muat
Kayu, semen, dan barang berat lain diturunkan menggunakan tenaga manusia dan alat sederhana. Jangan berdiri di jalur angkut atau di bawah barang yang sedang diangkat. Mengambil foto sambil mundur tanpa melihat ke belakang adalah kebiasaan yang paling berbahaya di tempat seperti ini.
Sudut Foto yang Paling Sering Dicari
Deretan haluan kapal kayu yang berjajar rapat adalah gambar paling khas dari tempat ini, terutama bila diambil dari posisi rendah supaya kapal terlihat menjulang. Tumpukan kontainer berwarna memberi latar yang tegas dan cocok untuk foto orang. Sedangkan tali-temali dan tiang kapal menghasilkan garis-garis yang menarik bila difoto dari dekat.
Untuk foto prewedding, banyak yang memilih waktu menjelang matahari terbenam dengan latar kapal dan langit jingga. Bila berencana membawa perlengkapan lengkap seperti lampu atau reflektor, sebaiknya menghubungi pengelola pelabuhan lebih dulu.
Yang Perlu Diingat
Karena bukan kawasan wisata yang dikelola khusus, fasilitas di sini terbatas. Tidak banyak tempat berteduh, dan pilihan warung juga tidak sebanyak di kawasan Kota Tua. Membawa air minum sendiri akan sangat membantu, terutama bila datang bersama anak-anak.
Ini kawasan kerja, jadi suasananya ramai oleh truk dan pekerja. Datang dengan harapan menemukan tempat yang tenang dan tertata rapi kemungkinan besar akan mengecewakan. Justru suasana bekerja itulah yang membuat foto di sini terasa hidup.
FAQ
Apakah Pelabuhan Sunda Kelapa masih beroperasi?
Masih. Dermaga ini tetap melayani kapal-kapal kayu pengangkut barang antarpulau, dan aktivitas bongkar muatnya berlangsung setiap hari.
Kapan waktu terbaik untuk berfoto?
Pagi hari sebelum matahari terlalu tinggi, atau sore menjelang matahari terbenam. Selain cahayanya bagus, suhunya juga jauh lebih nyaman dibanding siang hari.
Apa saja tempat menarik di sekitarnya?
Kawasan Kota Tua berada tidak jauh dari dermaga, lengkap dengan Museum Bahari, Museum Fatahillah, Museum Wayang, Museum Bank Indonesia, dan Jembatan Kota Intan. Semuanya bisa dikunjungi dalam satu hari yang sama.
Kesimpulan
Pelabuhan Sunda Kelapa menawarkan sesuatu yang jarang dimiliki lokasi foto lain di Jakarta: latar yang benar-benar bekerja, bukan yang dibuat untuk difoto. Kapal kayu, kontainer berwarna, dan sejarah panjang yang menyertainya membuat tempat ini layak dikunjungi, asalkan datang di waktu yang tepat dan menghormati aktivitas orang-orang yang mencari nafkah di sana.
