Apakah Anda pernah berpikir untuk mencari rumah murah (tautan eksternal) di dataran tinggi? Ya, mungkin beberapa orang merasa tinggal di dataran tinggi bisa menjadi opsi terbaik.
Umumnya mereka memilih dataran tinggi untuk menghindari kemacetan dan juga mendapatkan pasokan udara segar. Memilih rumah memang harus teliti dan mengutamakan pertimbangan yang mendalam.
Salah satu hal yang harus menjadi pertimbangan adalah lokasi. Anda harus mempertimbangkan apakah lokasi yang dipilih strategis atau tidak. Pertimbangkan juga apakah Anda ingin memiliki rumah di dataran tinggi atau area lain.
Berikut ini ada penjelasan mengenai keunggulan dan kekurangan memiliki rumah di dataran tinggi. Simak penjelasan selengkapnya.
Keunggulan Memiliki Rumah Di Dataran Tinggi
Berikut beberapa alasan mengapa membeli rumah di area dataran tinggi lebih unggul. Mari simak penjelasan selengkapnya di sini.
Masih Banyak Ruang Terbuka
Hal pertama yang biasanya ada di dataran tinggi adalah masih banyak ruang terbuka. Artinya masih banyak pepohonan rindang di area ini, sehingga jika Anda mempunyai rumah di area dataran tinggi, suasana-nya lebih segar.
Anda pun akan lebih mudah untuk mencari lokasi jogging atau sekadar jalan-jalan sore dan bersepeda.
Suhu Cenderung Lebih Sejuk
Keunggulan kedua dari dataran tinggi adalah umumnya suhu dan cuaca-nya lebih sejuk. Hal ini karena masih banyak pepohonan dan suhu di dataran tinggi lebih dingin.
Oleh karena itu Anda akan merasakan kenyamanan yang nyata apabila memilih tinggal di dataran tinggi.
Lingkungan Lebih Damai Dan Tenang
Berbeda dengan lingkungan di dataran rendah yang lebih ramai kendaraan bermotor, di dataran tinggi umumnya tidak seramai dataran rendah. Hal ini lantaran pusat kota, pusat perbelanjaan dan pusat bisnis berada di area dataran rendah.
Artinya, aktivitas masyarakat di dataran tinggi tidak akan setinggi di dataran rendah. Akibatnya Anda akan mendapatkan kondisi nyaman ketika tinggal di sini.
Kekurangan Memiliki Rumah Di Dataran Tinggi
Setelah Anda memahami kelebihan rumah di area yang lebih tinggi, berikut ini ada ulasan sedikit mengenai kekurangan memiliki rumah di area dataran tinggi. Yuk cek selengkapnya di sini.
Jauh Dari Pusat Kota
Kekurangan pertama dari memiliki hunian di dataran tinggi adalah jauh dari pusat kota. Ketika Anda memutuskan untuk memilih rumah di dataran tinggi, pastikan rumah Anda mempunyai akses yang tidak terlalu jauh dari pusat kota.
Cek juga apakah ada jalan dan pintu tol terdekat sehingga mobilitas Anda lebih efektif.
Butuh Waktu Tempuh Lama Untuk Menuju Fasilitas Umum Terbaik
Umumnya fasilitas publik terbaik ada di pusat kota yaitu di area dataran tinggi. Untuk mengakses fasilitas umum terbaik tersebut Anda perlu menempuh waktu yang lebih lama.
Perjalanan dari rumah menuju pusat kota di dataran rendah ini yang akan menyita waktu Anda. Jadi silakan dipertimbangkan ya. Namun, tidak semua dataran tinggi tidak memiliki fasilitas umum, kok.
Ada juga fasilitas umum memadai namun secara kualitas masih di bawah fasilitas umum di dekat pusat kota.
Jauh Dari kantor
Apabila kantor Anda berada di pusat kota, artinya Anda harus menuju ke dataran rendah. Perjalanan dari dataran tinggi ke dataran rendah tentu akan memakan waktu ya.
Oleh karena itu Anda harus memikirkan hal ini baik-baik. Bisa saja, sih, Anda berangkat lebih awal, namun harus konsisten ya agar tidak telat ke kantor.
Yang Perlu Diperiksa Sebelum Membeli
Selain sejuk dan tenang, ada beberapa hal yang hanya muncul di dataran tinggi dan sebaiknya diperiksa sebelum tanda tangan.
Kelembapan dan jamur. Udara dingin membuat embun mengendap di dinding. Rumah yang sirkulasi udaranya buruk akan menumbuhkan jamur di sudut kamar dan di balik lemari. Periksa dinding bagian bawah dan langit-langit kamar mandi saat melihat rumah, bukan hanya ruang tamunya.
Jalan menuju rumah. Tanyakan apakah truk material bisa masuk sampai depan rumah. Jalan sempit atau menanjak tajam membuat biaya renovasi naik karena bahan harus dipindah dengan kendaraan kecil atau diangkut manual.
Air dan listrik. Tekanan air di lokasi tinggi kadang lemah dan menuntut pompa tambahan. Tanyakan juga seberapa sering listrik padam, karena pemulihan di daerah atas biasanya lebih lambat.
Status tanah dan izin. Sebagian kawasan dataran tinggi masuk zona lindung atau resapan yang membatasi pembangunan. Pastikan sertifikat dan izin bangunannya jelas, bukan sekadar surat keterangan desa.
Biaya yang Sering Tidak Diperhitungkan
Harga rumahnya mungkin lebih murah, tetapi ada pos biaya yang jarang masuk hitungan awal.
Perawatan lebih sering. Cat luar lebih cepat pudar dan berlumut, kayu perlu dilapis ulang lebih rutin, dan logam lebih cepat berkarat karena lembap. Untuk bagian berbahan kayu, pemilihan finishing kayu berpengaruh besar pada seberapa sering harus diulang.
Transportasi harian. Hitung jarak ke sekolah, tempat kerja, dan rumah sakit terdekat dalam menit di jam sibuk, bukan dalam kilometer. Selisihnya sering mengejutkan.
Penjualan kembali. Peminat rumah di dataran tinggi lebih sedikit daripada di dalam kota, jadi siapkan waktu lebih panjang bila suatu saat ingin menjual.
Kesimpulan
Rumah di dataran tinggi menukar kemudahan akses dengan udara dan ruang. Pertukaran itu sepadan bagi sebagian orang, dan berat bagi sebagian lain.
Ukurannya sederhana: berapa kali dalam seminggu Anda harus turun ke kota. Kalau jawabannya setiap hari, hitung ulang. Kalau hanya beberapa kali, keunggulannya terasa jauh lebih besar daripada kerugiannya.
Sebelum memutuskan, datangi lokasinya dua kali, sekali pagi hari kerja dan sekali akhir pekan. Suasana dan kepadatan jalannya bisa sangat berbeda, dan itu yang akan Anda jalani setiap hari. Untuk penataan dalamnya, mulai dari desain interior dan eksterior.
Nah itu saja pembahasan mengenai keunggulan dan kekurangan memiliki rumah di dataran tinggi dari Makin Tahu. Buat Anda yang mungkin ingin mengetahui harga rumah di semarang (tautan eksternal), surabaya, bandung dan area dataran tinggi lain di kota-kota besar silakan cek di portal e-commerce properti pilihan atau langsung konsultasi ke pihak bank.
