Berikut pembahasan pengertian kertas kalkir, fungsi dan ukurannya. Saat ini ada banyak jenis kertas yang digunakan untuk berbagai kebutuhan. Karakteristik kertas akan menjadi patokan saat memilih kertas tersebut.
Karakteristik ini mencakup bentuk permukaan, warna, ukuran, hingga ketebalan kertas. Salah satu jenis kertas yang umumnya juga digunakan dalam keseharian adalah kertas kalkir. Jika Anda belum mengetahuinya maka simak apa itu kertas kalkir dan fungsi kertas kalkir di bawah ini.
Pengertian Kertas Kalkir
Pengertian Kertas kalkir adalah kertas putih transparan yang sering digunakan untuk pembuatan desain gambar, stempel flash, percetakan dan film sablon. Kertas kalkir memiliki detail permukaan halus dan memiliki berbagai macam ukuran. Kertas kalkir terkadang disebut juga sebagai kertas jiplak, Plotter atau Tracing Paper.
Fungsi Kertas Kalkir
Fungsi kertas kalkir umumnya digunakan dalam industri percetakan untuk mencetak desain yang diinginkan. Tak hanya itu kertas ini juga digunakan dalam pekerjaan desain arsitektur hingga pekerjaan yang berkaitan dengan proses pembuatan film untuk cetak sablon.
Umumnya kertas kalkir juga digunakan untuk mempermudah para desainer dalam menyelesaikan pekerjaan seperti membuat Tracing Pattern untuk ukuran busana yang akan di gunting. Biasanya kertas ini juga digunakan dalam bagian terakhir untuk menyelesaikan sebuah proyek bangunan (Desain Arsitektur).

Kertas kalkir juga digunakan oleh anak sekolah untuk menjiplak gambar objek pelajaran untuk presentasi seperti gambar peta dan organ tubuh, ada pula seni kerajinan tangan dari kertas kalkir, yaitu Pergamano (tautan eksternal) yang memiliki teknik seni yang menarik. Lantas berapakah standar ukuran kertas kalkir yang biasa digunakan?
Ukuran Kertas Kalkir
Seperti jenis kertas pada umumnya, kertas kalkir juga memiliki ukuran yang berbeda-beda. Kertas kalkir hadir dengan seri A dalam satuan sentimeter yang di mulai dari A0, A1, A2, A3, A4 dan F4. Berikut penjelasan beberapa ukuran kertas kalkir tersebut;
Seri A0, A1, A2
Kertas kalkir seri A0 memiliki ukuran paling besar, yaitu 841 x 1189 mm atau 84,1 x 118,9 cm. Kertas kalkir seri A1 memiliki ukuran 594 x 841 mm atau 59,4 x 84,1 cm. Kertas kalkir seri A2 berukuran 420 x 594 mm atau 42 x 59,4 cm.
Ukuran kertas kalkir A0 terdiri dari jenis kertas diamant dan kertas polos, termasuk seri A1 dan A2. Kertas kalkir seri A0, A1 dan A2 umumnya digunakan untuk melapisi alat elektronik, kebutuhan rumah tangga, perlengkapan kantor dan lainnya.
Seri A3
Kertas kalkir seri A3 dengan ukuran 297 x 420 mm atau 29,7 x 42 cm. Kertas seri A3 sering digunakan dalam film sablon kaos yang pengerjaannya dilakukan pada screen afdruk. Dimana prosedurnya dilakukan dalam pembuatan cetak tulisan pada kaos, stempel warna, hingga stiker undangan.
Seri A4
Kertas kalkir seri A4 memiliki ukuran 210 x 297 mm atau setara dengan 21 x 29,7 cm. Fungsi kertas kalkir seri A4 umumnya digunakan untuk merancang gambar maupun desain. Penggunaan kertas kalkir seri A4 sendiri salah satunya digunakan untuk jenis stempel flash.
Ini merupakan stempel warna yang bisa dipakai tanpa adanya bantalan tinta. Dengan begitu jenis stempel ini dapat menyimpan tinta di bantalan karetnya. Stempel ini sendiri memiliki gagang khusus dengan penutup pada bagian bawah yang berfungsi menjaga stempel agar tidak cepat mengering.
Selain seri A, kertas kalkir juga tersedia dalam ukuran F4 (Folio) dengan gramasi mulai dari 60-65 gram, 70-75 gram, 80-85 gram, 90-95 gram, 100-105 gram dan 110-115 gram. Dengan pilihan merk C@LCIR, Diamant, Vaneo, Arto, Diamond dan lainnya.
Harga Kertas Kalkir
Kertas kalkir dapat dibeli di berbagai toko kertas, toko stationary, tempat foto copy, toko buku gramedia, percetakan dan lainnya. Untuk harga kertas kalkir beragam sesuai dengan ukuran, gramasi, merk dan jumlahnya. Umumnya harga satuan kertas kalkir adalah Rp 1.000,- dengan ukuran A4 – 80 gram.
Mencetak di Atas Kertas Kalkir
Kalkir tipis dan tembus pandang, dan dua sifat itulah yang membuat pencetakannya berbeda dari kertas biasa.
Tintanya lebih lambat kering. Permukaan kalkir tidak menyerap seperti HVS, sehingga pada pencetak inkjet, hasil yang langsung ditumpuk sering saling menempel dan meninggalkan noda yang tidak bisa dihapus. Biarkan tiap lembar mengering terpisah.
Pada pencetak laser, masalahnya berbeda. Panas peleburan bisa membuat kalkir menggelombang atau bahkan melipat di dalam mesin. Cetak satu lembar dulu sebagai uji coba, jangan langsung sepuluh.
Untuk hasil paling tajam, terutama bila kalkir dipakai sebagai film sablon, banyak percetakan memakai pencetak khusus dengan tinta yang lebih pekat. Menyerahkannya ke percetakan sering lebih murah daripada merusak selusin lembar sendiri.
Menyimpan Kalkir agar Tidak Bergelombang
Kalkir bereaksi terhadap kelembapan udara jauh lebih cepat daripada kertas biasa. Lembaran yang tadinya rata bisa bergelombang hanya karena dibiarkan semalam di ruang lembap.
Simpan mendatar di dalam map keras atau di antara dua lembar karton, bukan digulung. Kalkir yang lama tergulung sulit diratakan kembali, dan gelombangnya akan terlihat pada hasil cetak maupun saat dijiplak.
Jauhkan dari sinar matahari langsung. Warna kalkir akan menguning, dan garis pensil di atasnya jadi lebih sulit terbaca.
Kesimpulan
Kalkir dipilih karena satu sifat yang tidak dimiliki kertas lain: tembus pandang. Semua kegunaannya, mulai dari gambar teknik, jiplakan, sampai film sablon, berangkat dari sifat itu.
Kalau Anda membelinya untuk dicetak, tanyakan lebih dulu apakah percetakan menerima kalkir pada mesinnya. Tidak semua mesin cocok, dan mengetahuinya di awal menghemat lembar yang terbuang.
Simpan mendatar, jauhkan dari lembap dan matahari, dan cetak satu lembar sebagai uji sebelum mencetak banyak. Untuk membandingkannya dengan jenis kertas lain, lihat daftar jenis kertas percetakan.
Itulah beberapa informasi yang bisa Anda ketahui mengenai kertas kalkir. Mulai dari pengertian, ukuran, fungsi dan harga kertas kalkir yang berbeda. Jadi ukuran kertas kalkir mana yang akan Anda pilih? Sekian penjelasan mengenai kertas kalkir, semoga info kali ini mampu menambah wawasan Anda.
