Memahami Strainer, Steam Trap, Vent Dan Drain Pada Pipa

Ditulis oleh Gereggi SeptinoDipublikasikan Diperbarui 6 menit bacaKategori Pipa
Pengertian Strainer Pipa Saringan

Dalam industri migas atau minyak dan gas, khususnya sistem perpipaan bekerja dengan bantuan steam trap, strainer, vent dan drain. Istilah-istilah ini mungkin familiar untuk sebagian orang.

Namun tahukah Anda apa fungsi dari masing-masing alat tersebut pada sebuah jalur perpipaan?

Iklan

Apa Itu Strainer?

Pengertian Strainer adalah saringan yang di pasang di jalur pipa untuk memisahkan kotoran dari aliran yang akan diproses.

Pada sistem perpipaan di industri migas, strainer yang digunakan harus terbuat dari material yang kuat dan tahan korosi.

Contohnya adalah aluminium, tembaga, kuningan, stainless steel, dan logam lainnya yang tidak mudah berkarat. Selain bahan strainer harus kuat, pemasangan komponen ini juga harus benar dan tidak boleh terbalik.

Ini sangat penting agar fungsi strainer bisa lebih optimal dalam menyaring kotoran, baik kotoran berbentuk padat, cair, maupun gas. Hasilnya aliran yang akan diproses memiliki kualitas atau mutu yang lebih baik.

Iklan

Sedangkan kotoran yang tersaring akan menumpuk pada filter strainer. Oleh sebab itu, bagian filter ini harus dibersihkan secara berkala agar tidak mengakibatkan penyumbatan.

Pemasangan strainer biasanya di dalam jalur suction line atau ada juga yang dipasang pada discharge tergantung tipe yang digunakan. Berikut tipe-tipe strainer yang umum digunakan pada sistem perpipaan.

1. Strainer Tipe T

Saringan berbentuk seperti huruf T yang biasanya digunakan pada jalur pipa yang berukuran lebih dari 2 inchi. Dipasang secara horizontal dan bagian penutup ada di posisi atas. Tipe strainer ini juga bisa digunakan untuk jalur pipa vertikal.

2. Strainer Tipe Y

Stainer yang bentuknya seperti huruf Y ini umumnya dipakai untuk saluran perpipaan yang alirannya banyak mengandung serpihan kasar. Ideal untuk saringan pada pipa uap, minyak bumi, air, dan jenis fluida cair lainnya.

Iklan

3. Strainer Tipe Temporary

Saringan ini dikenal juga dengan sebutan conical strainer dengan bentuknya yang seperti kerucut. Tipe strainer temporary lebih sering dipasang untuk kondisi-kondisi tertentu atau bersifat sementara (temporary).

4. Strainer Tipe Bucket

Strainer dengan kemampuan menyaring kotoran kasar dan halus dengan lebih baik. Saringan yang bentuknya mirip keranjang ini cocok dipakai untuk jalur pipa dengan aliran bertekanan tinggi. memiliki bobot yang cukup berat sehingga pemasangan strainer membutuhkan penyangga.

Pengertian Steam Trap Pipa

Pengertian Steam Trap

Steam trap adalah komponen yang dipasang pada pipa untuk memisahkan air dari aliran uap. Dipasang di kantung pipa (drip leg) atau bagian terendah dari sistem perpipaan. Cara kerjanya bisa dibedakan sesuai masing-masing tipe steam trap.

Iklan

1. Tipe Mekanik

Tipe steam trap yang paling umum digunakan adalah tipe mekanik. Perangkap ini menggunakan mekanisme buka-tutup untuk mengatur aliran uap.

Katup akan terbuka ketika kondensat terkumpul pada trap dan menutup kembali untuk mencegah uap atau gas terbuang.

2. Tipe Thermal (Thermostatic)

Fungsi steam trap ini mengeluarkan air atau kondensat dari aliran berdasarkan perubahan suhu.

Ketika suhu turun, uap akan mengembun dan trap akan membuka mengeluarkan kondensat. Begitu suhunya naik, kondensat berubah menjadi uap dan steam trap akan menutup.

Iklan

3. Tipe Termodinamis

Tipe steam trap yang bekerja berdasarkan perbedaan kecepatan kondensat dan uap. Kondensat yang bergerak lambat di badan trap akan dibuang secara bebas. Perangkap uap ini akan tetap tertutup hingga tekanan uap di atasnya turun.

Pengertian Vent Pipa

Pengertian Vent Dan Drain

Vent dan drain merupakan komponen penting pada sistem perpipaan untuk membuang gas terperangkap (Venting) atau menghilangkan cairan (Draining). Pemasangan komponen ini harus benar dan sesuai dengan fungsinya.

Vent adalah pembuangan untuk gas, uap air, atau udara. Material buang tersebut biasanya dibuang ke udara sehingga pemasangan vent harus di tempat yang paling tinggi pada jalur pipa.

Iklan

Sedangkan drain bekerja dengan membuang cairan yang tidak dibutuhkan dari aliran pipa. Oleh sebab itu, drain biasanya dipasang pada titik terendah. Vent dan drain adalah dua komponen yang saling berkaitan.

Vent dan drain untuk sistem perpipaan dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu Hydrostatic dan Process vent and drain.

1. Hydrostatic Vent and Drain

Vent dan drain tipe ini biasanya digunakan untuk mengetes kebocoran hidrostatis. Jadi komponen tersebut hanya dipasang pada pipa yang akan melakukan hydrotest. Vent hidrostatis ini tersedia untuk pipa dengan ukuran 1,5 inch ke atas.

Sedangkan untuk pipa dengan ukuran 1 inch ke bawah umumnya memiliki ventilasi mandiri. Namun drain hidrostatis harus disediakan, baik untuk pipa besar atau kecil.

2. Process Vent and Drain

Apa itu drain? Pada sistem perpipaan, drain merupakan komponen yang mengeluarkan air atau cairan yang tidak dibutuhkan pada aliran yang akan diproses. Tipe drain yang digunakan selama pengoperasian pipa adalah process drain.

Sama seperti sambungan process vent yang digunakan saat pengoperasian (start up dan shut down). Tipe vent dan drain ini dilengkapi dengan valve yang dipasang di bagian-bagian yang mudah diakses oleh petugas operasional.

Selain itu, process vent dan process drain juga dipasang untuk keperluan pemeliharaan atau maintenance. Drain artinya menguras air, dalam sistem perpipaan bisa diartikan membuang air dari aliran pipa.

Ketika dilakukan pemeliharaan pipa, drain ini akan dipasang untuk membuang zat cair yang tidak dibutuhkan sementara vent yang membuang gas atau udara dari aliran pipa.

Process vent dan process drain memiliki perangkat penutup seperti plug, blind flange atau cap. Penutup vent dan drain tersebut dapat dihubungkan ke sistem.

Pengertian Drain Pipa

Pemasangan Vent Dan Drain

Pemasangan vent dan drain di jalur pipa tidak boleh terbalik karena bisa berakibat cukup fatal, seperti kebakaran atau aliran beracun yang bocor keluar. Berikut tips memasang vent dan drain dalam sistem perpipaan.

1. Pilih Lokasi Strategis

Pastikan pemasangan vent dan drain di tempat yang mudah diakses. Pasang sambungan vent dan drain secara tepat dan segel rapat atau sesuai spesifikasi teknis.

2. Gunakan Safety Valve

Lengkapi dengan safety valve pada sambungan vent. Valve ini dapat mencegah masuknya udara secara berlebih ketika vent sedang dibuka. Vent mungkin perlu dibuka untuk tujuan tertentu seperti menjaga kualitas dan kestabilan fluida.

3. Pemantauan Rutin

Pemantauan secara rutin juga diperlukan untuk memastikan vent dan drain terpasang dengan benar dan tidak ada kerusakan atau kebocoran sambungan.

4. Bersihkan Secara Berkala

Kotoran mungkin akan menumpuk di vent atau drain dari waktu ke waktu. Oleh sebab itu, bersihkan secara berkala untuk mencegah akumulasi endapan atau kotoran yang dapat menyumbat aliran pipa.

5. Uji Fungsi

Uji fungsi secara berkala juga diperlukan untuk memastikan komponen ini masih bekerja dengan baik dan dapat digunakan saat diperlukan. Jika ada tanda-tanda kerusakan, maka perbaiki atau ganti komponen yang rusak.

Kesimpulan

Jadi strainer, steam trap, serta vent dan drain merupakan komponen penting dalam sistem perpipaan dan sering digunakan di berbagai tempat. Masing-masing memiliki fungsi berbeda untuk memastikan aliran fluida dalam pipa dalam kualitas yang baik.

Mungkin tidak sadar Anda pernah melihat komponen pipa tersebut, seperti di area Basement Mall, gedung kantor, pabrik, apartemen dan berbagai tempat lainnya. Sekian penjelasan mengenai apa itu Strainer, Steam Trap, Vent dan Drain pada pipa.

Gereggi Septino

Hi! Perkenalkan saya Gereggi, berprofesi sebagai SEO Specialist dan penulis untuk berbagai website dan salah satunya website Makin Tahu. Saya telah mengerjakan banyak artikel menarik dari berbagai kategori pembahasan. Semoga artikel di website ini mampu memberikan manfaat bagi Anda. Jangan lupa untuk selalu support website ini dengan share artikel dan memberikan sumber link aktif!